Kamis, 16 Mei 2013

NASABAH LEBIH MENGHARAPKAN PELAYANAN DARIPADA PREMI MURAH

Sekarang telah berdiri sebanyak 172 perusahaan asuransi, yang terdiri dari 107 perusahaan asuransi umum, 4 perusahaan re-asuransi dan 61 perusahaan asuransi jiwa.

Namun dengan banyaknya perusahaan di dalam industri asuransi tentu akan menambah sengitnya persaingan di dalamnya. Dengan semakin ketatnya persaingan bisnis asuransi, berbagai cara dilakukan perusahaan asuransi untuk menarik nasabah. Selain mengenalkan produknya lewat berbagai promosi, banyak perusahaan yang mengemas produk baru agar masyarakat semakin berminat menginvestasikan dananya ke asuransi.

Selanjutnya, dapat ditebak bahwa dengan makin banyaknya perusahaan di dalam suatu industri, persaingan dapat menuju ke arah persaingan yang tidak sehat. Yang paling sering terdengar yaitu Perang Tarif antar perusahaan asuransi, dimana mereka terus menurunkan ratenya masing-masing walaupun tetap sama saja tujuannya.

Yang menjadi pertanyaan, akankah perusahaan asuransi akan dapat membayar klaim bila pendapatan premi yang kecil akibat penurunan tarif tersebut. Padahal pendapatan premi berdasarkan hukum bilangan besar. Makin banyak nasabah yang dihimpun, makin banyak premi yang didapat dan makin besar kemampuan perusahaan untuk membayar klaim. Dan lagi, sudah seharusnyalah nasabah merasa curiga bila mendapatkan penawaran dengan harga murah. "Walaupun dalam jangka pendek, konsumen diuntungkan. Tetapi jangka panjang akan merugikan nasabah itu sendiri, mana hal ini menyangkut kesiapan perusahaan membayar klaim. Sehingga jika nasabah disuruh pilih, mereka lebih mengharapkan pelayanan yang baik dan memuaskan daripada premi yang murah tapi klaimnya susah. Karena sesuatu yang termurah belum tentu terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar